6 Tips Berkendara Secara Efisien Dan Ekonomis

sekedarberbagi.info Jakarta - Mengemudi secara hati-hati dan tidak serampangan bukan hanya mengurangi risiko terjadinya kecelakaan, tapi hal tersebut secara tak langsung akan mengurangi konsumsi bahan bakar pada mobil Anda.

Hal itulah yang disebut dengan eco-driving. Meskipun Anda memiliki uang banyak dan tidak begitu memedulikan harga bahan bakar yang terus naik, bukan berarti Anda tidak perlu melakukan eco-driving ini.

Seperti namanya, eco-driving bukan semata-mata untuk mengurangi konsumsi bahan bakar, tapi juga untuk mengurangi emisi gas buang yang akan membuat Bumi penuh polusi. Berikut ini adalah beberapa tips untuk melakukan eco-driving.

1. Antisipasi

Kunci utama dalam mengemudi eco-driving adalah mengantisipasi apa yang ada di depan mobil.
Lihat situasi dan lalu-lintas di jalanan, dan berikan jarak minimal tiga detik dari kendaraan di depan sehingga Anda dapat mempersiapkan “aksi” daripada “bereaksi”. Hal tersebut juga akan meningkatkan keamanan bagi Anda.

2. Lihat kecepatan mobil 

Perhatikan batas kecepatan. Mengemudi terlalu cepat juga sangat boros bahan bakar, meskipun kecepatannya stabil. Melajulah dalam kecepatan rata-rata, sekitar 60 kilometer per jam, dan pastikan kecepatannya tidak naik-turun secara drastis.

3. Jangan grasak-grusuk 

Kombinasi antara mengebut, akselerasi tiba-tiba, dan mengerem mendadak dapat menaikkan konsumsi bahan bakar hingga 33 persen ketika mengemudi di jalan tol dan 5 persen ketika di perkotaan.

Ketiga hal tersebut adalah musuh utama eco-driving, karena itu Anda harus menghindari melakukan ketiga hal tersebut.



4. Perpindahan gigi

Segera memindahkan gigi. Jika Anda mengendarai mobil dengan transmisi manual, perhatikan cara memindahkan gigi mobil.

Jangan pernah telat memindahkan gigi, apalagi hingga putaran mesin sudah tinggi. Selain mesin mobil yang akan berbunyi cukup kasar, hal itu juga akan membuat boros konsumsi bahan bakar.

5. Matikan mesin kala menunggu lampu lalin yang lama


Ketika berhenti di lampu lalu-lintas atau perlintasan kereta dalam jangka waktu cukup lama, misalnya lebih dari satu menit, matikan saja mesin mobil Anda untuk menghemat bahan bakar.

Apalagi saat ini hampir di seluruh lampu lalu-lintas sudah dilengkapi penunjuk waktu yang akan memberitahukan berapa lama lagi lampu berubah menjadi hijau.

Mesin yang dalam keadaan diam dan hidup akan menggunakan seperempat hingga setengah tangki bahan bakar setiap jamnya, tergantung dari jenis mesin dan apakah AC dihidupkan atau tidak.

6. Cek tekanan ban

Mengecek tekanan ban. Setidaknya satu kali dalam sebulan Anda harus mengecek tekanan angin pada ban mobil, termasuk pada ban cadangan.

Ban dengan tekanan angin yang kurang akan membutuhkan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak dibandingkan ban dengan tekanan normal.(Detik)