sekedarberbagi.info Jakarta - Mengemudi secara hati-hati dan tidak
serampangan bukan hanya mengurangi risiko terjadinya kecelakaan, tapi
hal tersebut secara tak langsung akan mengurangi konsumsi bahan bakar
pada mobil Anda.
Hal itulah yang disebut dengan eco-driving. Meskipun Anda memiliki uang
banyak dan tidak begitu memedulikan harga bahan bakar yang terus naik,
bukan berarti Anda tidak perlu melakukan eco-driving ini.
Seperti namanya, eco-driving bukan semata-mata untuk mengurangi konsumsi
bahan bakar, tapi juga untuk mengurangi emisi gas buang yang akan
membuat Bumi penuh polusi. Berikut ini adalah beberapa tips untuk
melakukan eco-driving.
1. Antisipasi
Kunci utama dalam mengemudi eco-driving adalah mengantisipasi apa yang ada di depan mobil.
Lihat
situasi dan lalu-lintas di jalanan, dan berikan jarak minimal tiga
detik dari kendaraan di depan sehingga Anda dapat mempersiapkan “aksi”
daripada “bereaksi”. Hal tersebut juga akan meningkatkan keamanan bagi
Anda.
2. Lihat kecepatan mobil
Perhatikan batas kecepatan. Mengemudi terlalu cepat juga sangat boros
bahan bakar, meskipun kecepatannya stabil. Melajulah dalam kecepatan
rata-rata, sekitar 60 kilometer per jam, dan pastikan kecepatannya tidak
naik-turun secara drastis.
3. Jangan grasak-grusuk
Kombinasi antara mengebut, akselerasi tiba-tiba, dan mengerem mendadak
dapat menaikkan konsumsi bahan bakar hingga 33 persen ketika mengemudi
di jalan tol dan 5 persen ketika di perkotaan.
Ketiga hal tersebut adalah musuh utama eco-driving, karena itu Anda harus menghindari melakukan ketiga hal tersebut.
4. Perpindahan gigi
Segera memindahkan gigi. Jika Anda mengendarai mobil dengan transmisi manual, perhatikan cara memindahkan gigi mobil.
Jangan
pernah telat memindahkan gigi, apalagi hingga putaran mesin sudah
tinggi. Selain mesin mobil yang akan berbunyi cukup kasar, hal itu juga
akan membuat boros konsumsi bahan bakar.
5. Matikan mesin kala menunggu lampu lalin yang lama
Ketika berhenti di lampu lalu-lintas atau perlintasan kereta dalam
jangka waktu cukup lama, misalnya lebih dari satu menit, matikan saja
mesin mobil Anda untuk menghemat bahan bakar.
Apalagi saat ini hampir di seluruh lampu lalu-lintas sudah dilengkapi
penunjuk waktu yang akan memberitahukan berapa lama lagi lampu berubah
menjadi hijau.
Mesin yang dalam keadaan diam dan hidup akan menggunakan seperempat
hingga setengah tangki bahan bakar setiap jamnya, tergantung dari jenis
mesin dan apakah AC dihidupkan atau tidak.
6. Cek tekanan ban
Mengecek tekanan ban. Setidaknya satu kali dalam sebulan Anda harus
mengecek tekanan angin pada ban mobil, termasuk pada ban cadangan.
Ban dengan tekanan angin yang kurang akan membutuhkan konsumsi bahan
bakar yang lebih banyak dibandingkan ban dengan tekanan normal.(Detik)
