sekedarberbagi.info, Tunis - Rencana pembukaan kembali Museum Nasional
Bardo di Tunis, Tunisia, Selasa (24/3/2015), setelah tragedi penembakan
yang menewaskan puluhan turis asing akhirnya ditunda karena alasan
keamanan.
"Kami baru mengetahui hal ini di menit-menit
terakhir, namun kementerian dalam negeri menegaskan karena alasan
keamanan kami belum dapat menerima banyak pengunjung," kata juru bicara
Museum Bardo, Hanene Srarfi.
Pengelola museum sebenarnya berencana untuk
membuka kembali tempat itu bagi para pengunjung pada Selasa, enam hari
setelah serangan orang bersenjata yang menewaskan 21 orang itu.
"Hingga saat ini kami belum menentukan tanggal pembukaan kembali museum ini bagi publik," ujar Srarfi.
"Kementerian dalam negeri dan kementerian
kebudayaan memutuskan bahwa siang ini (Selasa) adalah pembukaan untuk
media dan tokoh masyarakat, namun terlalu awal untuk publik," tambah
Srarfi.
Pekan lalu, sekelompok tiga orang bersenjata
menyerang museum yang berada di samping gedung parlemen Tunisia. Akibat
insiden itu 20 orang turis asing dan seorang polisi Tunisia tewas.
Aparat keamanan Tunisia berhasil menewaskan
dua orang penyerang namun tersangka ketiga berhasil meloloskan diri dan
kini dalam pengejaran. Insiden ini memicu kekhawatiran bahwa industri
pariwisata yang sangat vital bagi perekonomian Tunisia akan terganggu.(Kompas)
