sekedarberbagi.info, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla bercerita bagaimana strategi pemerintah
melobi ketua partai politik yang tak propemerintah ketika pembahasan
Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan 2015, Februari lalu. Mereka
yang dilobi adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua
Umum PAN Hatta Rajasa --sebelum digantikan Zulkifli Hasan, serta Ketua
Umum Partai Golkar Aburizal Bakri --sebelum kepengurusan Golkar beralih
kepada Agung Laksono.
JK mengatakan saat pembahasan APBNP 2015, pemerintah berusaha melobi
partai-partai yang tak mendukung Kabinet Kerja Joko Widodo-JK seperti
PAN, Gerindra, Golkar, Partai Demokrat, serta PKS. "Saya setiap Minggu
ketemu Ical, buktinya APBNP cepat selesai,"
Selain Ical, panggilan Aburizal Bakrie, kata JK, pemerintah melobi
pula semua ketua partai koalisi non pemerintah. Menurut JK, yang membuat
Prabowo, Ical dan Hatta menerima APBNP usulan pemerintah karena
memiliki semangat pengusaha. "Kan sederhana, ini spirit pengusaha yang
menjiwai. Ical, Prabowo dan Hatta pengusaha. Yang begitu selalu
kooperatif untuk kemajuan bangsa," ujar JK.
Pria kelahiran Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini mencontohkan, JK
menyampaikan kepada Ical bahwa jika APBNP tidak segera disahkan, maka
yang akan mendemonya adalah pengurus Golkar. Sebab, "Yang paling banyak
kontraktor kan orang Golkar," ucap JK sambil tersenyum.
Sedangkan dengan Prabowo, JK mengaku sering berdiskusi dengan mantan
Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat itu. "Saya
ngomong dengan Prabowo, apa yang diharapkan dari bangsa ini?," kata JK
dengan nada bertanya kepada Prabowo. Lalu, kata JK, Prabowo pun
meresponnya dengan bertanya balik mengenai keinginan pemerintah terhadap
Gerindra.
"Karena ini kepentingan bangsa. Pengusaha selalu berpikir begitu,"
kata JK. Saat bertemu dengan Jokowi di Istana Bogor pada Januari lalu,
Prabowo mengatakan partainya mendukung pemerintahan Jokowi-JK.(Tempo)
