sekedarberbagi.info, Beijing - Menyalakan petasan biasanya identik dengan perayaan. Tapi Qin, pria asal
Hanzhong, Provinsi Shaanxi, Cina, punya pemikiran berbeda. Dia malah
ingin menggunakan petasan untuk menyelesaikan masalah “kasih tak
sampai”-nya.
Berbekal rangkaian petasan merah yang membalut tubuhnya, Qin mendatangi
rumah wanita yang memutuskan cintanya. Menurut laporan media setempat, Huashang Daily, Ahad lalu, upaya Qin bunuh diri menggunakan petasan itu berhasil dihentikan ibu si gadis.
"Ibu bernama Gong menelepon polisi Distrik Chenggu ketika Qin mengancam
untuk meledakkan petasan merah jika dia tidak memberi izin bertemu
dengan putrinya," demikian surat kabar itu menulis, seperti dilansir Global Times, kemarin.
Qin rupanya tidak terima diputuskan cintanya oleh putri Gong. Sebab, mereka telah berpacaran cukup lama.
Kedatangan polisi menyurutkan niat Qin. Saat polisi datang, dia sempat
berusaha melarikan diri. Namun sayang, petasan yang melilit tubuh Qin
menghalanginya untuk berlari cepat. Dia pun dapat dengan mudah ditangkap
dan dibawa ke kantor polisi.
Menurut Global Times, Qin menangis terisak-isak saat ditangkap. Di tengah tangisanya, dia mengaku menyesali perbuatannya.
Gong juga tidak mengajukan tuntutan apa pun terhadap calon menantu yang
tak kesampaian itu. Polisi juga hanya memberikan hukuman ringan karena
tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut.(Tempo)
