sekedarberbagi.info, Jakarta - Politikus muda partai Demokrat, I Gede Pasek Suardika mengkritik aksi
ugal-ugalan tim pemenangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam bursa
calon ketua umum partai tersebut. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
dari Provinsi Bali itu menilai, tim pemenangan petahana itu paranoid
dengan sejumlah pesaing dalam bursa pencalonan.
Padahal, Pasek mengatakan, tanpa manuver dan strategi kotor dari tim
pemenangan SBY sekalipun, Presiden RI ke-6 itu tetap akan menang di
bursa pencalonan. "(SBY) tidur saja sudah pasti menang," ujarnya ketika
dihubungi, Selasa (21/4).
Diungkap Pasek, ada tiga pesaing politik dalam perebutan kursi ketua
umum dalam Kongres III partai Bintang Mercy. Tiga calon ketua umum
tersebut ialah SBY sebagai petahana. Selain itu, ada nama Wakil Ketua
Majelis Tinggi Marzuki Alie, dan terakhir adalah dirinya sebagai
kandidat 'hiburan.'
Menurut orang dekat mantan ketua umum Demokrat Anas Urbaningrum itu, SBY
calon terkuat dan dipastikan menang. Sedangkan Marzuki adalah calon
kuat dan punya peluang menang. Sementara dirinya, adalah kandidat
penggembira. Kehadiranya di bursa pencalonan tak lain adalah untuk
'memaksa' bekas partai penguasa itu tak menutup kompetisi terbuka serta
tak memaksa aklamasi.
Hanya saja, tim pemenangan SBY ditakutkan Pasek membawa petaka politik
sendiri bagi petahana. Sebab, menurut catatan dia sejumlah manuver tak
sehat dilakukan oleh tim pemenangan pendiri partai Demokrat. Pasek
mencatat, dukungan sejumlah ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan
Pemimpin Cabang (DPC), dikatakan sudah mencapai 99 persen mendukung SBY.
Namun Pasek mempertanyakan mengapa DPP Demokrat, masih menghendaki
adanya pernyataan di atas materai sejumlah Ketua DPD dan DPC yang isinya
mengharuskan memilih SBY dalam pemilihan ketua umum kelak. Selain itu,
Pasek juga mencatat hadirnya Sekretaris Jenderal (Sekjen) Edhie Baskoro
Yudhoyono (Ibas) dalam struktur pelaksanaan pemilihan ketua umum partai.
"Jadi dengan fakta dukungan tertulis. Lalu ketua panitia yang anaknya sendiri, nggak
ada lagi alasan merekayasa ini itu," ujar Pasek. Ia pun mengharapkan,
agar pelaksanaan Kongres III Demokrat bulan mendatang, dilakukan dengan
prinsip demokrasi dan jujur.(ROL)
