sekedarberbagi.info, Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan merilis bahan
bakar minyak varian baru, Pertalite, dengan kandungan oktan 90. VP Fuel
Ritel Pertamina, Muhammad Iskandar mengatakan, tahun ini adalah waktu
yang tepat untuk meluncurkan produk baru itu.
"RON90 ini sudah mau launch pada 2007, tapi pada waktu itu kita terkungkung subsidi. Gap antara Pertamax dan Premium terlalu jauh," kata Iskandar, dalam sebuah diskusi, Minggu (19/4/2015).
Menurut Iskandar, pada 2007 silam, harga
Pertamax sekitar Rp 11.000 - Rp 12.000. Sedangkan harga Premium saat itu
Rp 4.500. "Kalau dirilis produk baru dengan kualitas menengah tanpa
subsidi pasti gagal. Sekarang ini waktu yang tepat," kata Iskandar.
Iskandar menjelaskan, produk baru ini juga dirilis sebagai transisi dari penghapusan Premium (RON88) selama upgrading
kilang Pertamina masih berlangsung. Sesuai dengan rekomendasi Tim
Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi, Pertamina semestinya bisa
menghilangkan produk Premium.
Namun, menurut Iskandar, jika RON88
langsung dihapuskan, maka kilang-kilang Pertamina yang hanya bisa
mengolah produk maksimum RON88 terpaksa ditutup semua. "Dengan
rekomendasi tim untuk memperbanyak impor RON92, kita lihat optimumnya
kilang ini RON90," kata Iskandar.
Anggota Tim Reformasi Tata Kelola Minyak
dan Gas Bumi, Agung Wicaksono dalam kesempatan sama menuturkan,
seharusnya Pertalite ini hanya produk BBM sebagai pengalihan bertahap,
dari RON88 menjadi RON92. Tim tetap merekomendasikan untuk menghapus
RON88.
"Karena akan jadi pertanyaan juga.
Mekanisme pengadaan RON90 seperti apa, harganya, dan lain-lain. Dalam
meningkatkan produk RON92, TPPI menjadi mutlak diakuisisi Pertamina,"
kata Agung.(Kompas)
