sekedarberbagi.info, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan salah satu
alasan pemblokiran 22 situs Islam karena mereka menjelek-jelekkan
Presiden Jokowi.
Ketua Komisi VIII DPR Saleh P Daulay mengatakan, meskipun alasan BNPT
salah satunya situs itu menjelekkan Presiden Jokowi, hingga belum ada
indikasi ada keterlibatan langsung pihak Istana Negara dalam pemblokiran
itu. Hanya saja, ia meminta Presiden Jokowi meminta klarifikasi terkait
masalah tersebut.
"Namun karena isu ini sudah merebak, sebaiknya Presiden Jokowi memanggil
pihak-pihak terkait, termasuk BNPT dan Kementerian Kominfo," kata
Saleh, Rabu, (1/4).
Menurut dia, Presiden harus mendapat keterangan resmi dari para pihak
terkait untuk mendudukkan persoalan ini sesuai dengan proporsinya.
"Kalau Presiden diam, padahal ada sekelompok masyarakat yang gelisah,
tentu hal itu tidak arif," ujar politikus PAN tersebut.
Saleh menyebut, kalau Jokowi terus diam, ditakutkan orang malah menilai
pihak Istana berada di balik kejadian itu. "Kan itu tidak elok, dan
rasanya tidak mungkin."
Karena itu, ia menyarankan, sebaiknya Presiden bertemu dengan BNPT
maupun Kementerian Kominfo. Masalah ini harus diselesaikan agar tidak
menjadi bola liar yang sulit dibendung.(ROL)
