sekedarberbagi.info, Jakarta - Untuk mengantisipasi padamnya listrik saat ujian nasional (UN) online
pada 13 April sampai 16 April 2015 mendatang, Perusahaan Listrik Negara
(PLN) diminta untuk tidak melakukan pemadaman listrik. Rencananya,
masalah ini akan dikoordinasikan di tiap wilayah DKI yang melaksanakan
sistem computer based test (CBT).
Kepala Seksi SMK Suku Dinas Pendidikan Jakarta
Timur, Wurdono mengatakan, Pemprov DKI juga akan melakukan koordinasi
dengan PLN agar tak ada pemadaman di sekolah-sekolah yang menggunakan
sistem CBT untuk UN nanti.
"Pemda sudah minta supaya tanggal 13 sampai
tanggal 16 supaya tidak ada pemadaman listrik. Jadi provinsi dan wilayah
juga akan melakukan koordinasi," kata Wurdono, saat meninjau SMKN 46,
di Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2015).
Menurut Wurdono, sebenarnya tidak ada kendala meski PLN memadamkan listrik karena sekolah yang melaksanakan UN online (CBT) ini sudah lolos verifikasi. Salah satu kriteriannya yakni memiliki genset atau power listrik.
"Hanya kalau di luar dugaan power-nya itu juga mati," ujar Wurdono.
Meski demikian, apabila kejadian itu terjadi,
tidak begitu merugikan siswa. Sebab, soal ujian yang telah dikerjakan
siswa, lanjut dia, tetap tersimpan otomatis di server.
Sehingga, siswa akan melanjutkan ujian sesuai
nomor soal terakhir yang dikerjakan. "Tidak perlu khawatir, pemerintah
dan kementerian sudah antisipasi," ujar dia.(Kompas)